Apa Itu Wisata Halal?

Definisi wisata halal sebenarnya tidak seperti yang dipikirkan masyarakat secara umum. Saya melihat dan mendengar orang-orang berbicara tentang wisata halal sama dengan wisata Syariah. Hal ini tidak lah benar sebab halal dan syariah adalah hal yang berbeda.

Syariah sudah pasti halal, sementara halal belum tentu syariah.

Wisata halal identik dengan wisata religi! Ini juga tidak lah benar! Sebab wisata religi berkunjung ke situs-situs yang disebut didalam alqur’an, injil atau kitab suci. Lalu bagaimana dengan wisata halal? baca sub ruang lingkupnya dibawah ini.

Ruang Lingkup Wisata Halal

Wisata halal yang dimaksud di Indonesia terutama pulau Lombok adalah sebagian besar masalah sarana prasaranan, layanan termasuk makanan yang ramah dengan umat Islam.

Sebagai contoh: Pemerintah nusa tenggara barat mensertifikasi hotel-hotel yang bersedia menyediakan fasilitas halal ditempatnya. Apa saja yang harus ramah?

  1. Kamar mandi ada keran yang memudahkan untuk wudhu
  2. Dapur dan alat pengolah makanan dipisah dengan pengolah makanan non halal dengan yang halal
  3. Adanya petunjuk arah kiblat
  4. Tersedianya alat sholat baik untuk laki-laki maupun wanita
  5. Dan lain-lain

Apakah hanya hotel saja? tentu tidak, ada restaurant yang perlu diperhatikan karena makan adalah salah satu keperluan utama wisatawan.

Selain restaurant dan hotel yang harus ramah wisatawan muslim. Guide juga menjadi salah satu yang disorot. Tapi guide disini lebih ditekankan kepada akhlak yang harus dijunjung. Dalam bahasa yang lebih umum, adalah etika, sopan santun dalam melayani tamu harus mencerminkan akhlak yang baik sebab islam yang merupakan sumber hukum dari halal ini sangat menjunjung tinggi sopan santun dan etika.

Guide yang ramah wisatawan muslim diharuskan mengetahui lokasi masjid atau tempat beribadah sehingga ketika wisatawan ingin ke masjid, guide bisa mengantarkannya. Selain itu, seorang guide harus selalu menyediakan alat sholat di dalam mobil atau kendaraan yang mereka pakai.

Berikut ilustrasi perbedaan syariah dan halal menurut KEMENPAR

Tabel 1. Perbedaan Hotel Syariah Hilal 1 dan Hilal 2

Kategori Restoran Dapur Toilet shower Beribadah Tamu Minuman
Hilal 1 Halal Sertifikasi Halal Ada Ada Tidak ada seleksi tamu Masih ada alkohol/wine
Hilal 2 Halal Sertfikasi Halal Ada Ada Seleksi tamu (surat nikah) Halal

Sumber : Laporan Akhir Pengembangan Wisata Syariah, Kemenpar, 2015 Laporan Akhir Pengembangan Wisata Syariah, Kemenpar, 2015.).

Berikut penulis sampaikan perbedaan wisata konvensional, religi menurut Fatkurrohman:

Tabel 1. Perbedaan Wisata Konvensional, Religi dan Syariah

No Perbandingan Konvensional Religi Syariah
1 Obyek Alam, budaya, heritage dan kuliner Tempat ibadah dan peninggalan sejarah semuanya
2 Tujuan Menghibur Meningkatkan spritualitas Meningkatkan spritualitas dengan cara menghibur
3 Target Menyentuh kepuasan dan

kesenangan yang

berdimensi nafsu,

semata-mata hanya

untuk hiburan.

Aspek spiritual yang bisa menenagkan jiwa guna mencari ketengangan bathin. Memenuhi

keinginan dan

kesenangan serta

menumbuhkan

kesadaran

beragama.

4 Guide Memahami dan

menguasai

informasi sehingga

bisa menarik

wisatawan terhadap obyek wisata.

Menguasai sejarah

tokoh dan lokasi

yang menjadi obyek

wisata

Membuat turis

tertarik pada obyek

sekaligus

membangkitkan

spirit religi wisatawan. Mampu

menjelaskan fungsi

dan peran syariah

dalam bentuk

kebahagiaan dan

kepuasan batin

dalam kehidupan

manusia.

5 Fasilitas Ibadah Sekedar Pelengkap Sekedar Pelengkap Menjadi bagian yang

menyatu dengan

obyek pariwisata,

ritual ibadah

menjadi bagian

paket hiburan

6 Kuliner Umum Umum Spesifik Halal
7 Relasi dengan Masyarakat sekitar Obyek Wisata Komplementar dan

hanya untuk

keuntungan materi

Komplementar dan

hanya untuk

keuntungan materi

Integrated, interaksi

berdasar pada

prinsp syariah

8 Agenda Perjalanan Setiap Waktu Waktu-waktu tertentu Memperhatikan waktu.

Dengan pembahasan dalam ruang lingkup wisata halal ini, mestinya wisatawan tidak perlu lagi khawatir. Coba saja datang ke Lombok yang membranding pulaunya dengan destinasi halal. Kamu tidak akan dipaksa pakai jilbab kok. Dan, dipinggir pantai masih banyak bule berbikini berjemur dan tidak ada yang melarang.

Target Wisata Halal

Karena dari tema saja sudah halal maka jelas targetnya adalah wisatawan yang beragama Islam, terutama yang dari Malaysia dan timur tengah. Tapi hal ini tidak membuat wisatawan non Islam tidak boleh berkunjung.

Dengan konsep wisata halal ini, wisatawan non Islam akan lebih merasa nyaman sebab mereka mendapat pelayanan yang sangat bagus. Terutama dari seorang guide yang punya akhlak baik.

Potensi Wisata Halal

Sudah bukan barang baru lagi kalau target wisata halal ini sebenarnya menitik beratkan wisatawan timur tengah secara khusus. Kenapa mereka? karena jumlah uang yang mereka keluarkan setiap kali perjalanan hampir 2x lipat dari pengeluaran wisatawan Eropa dan Amerika.

Negara Mana Saja yang Menerapkan Wisata Halal?

Video Wisata Halal Taiwan

Karena ini bukan barang baru, maka pastilah banyak. Malahan untuk kategori ini, Indonesia sangat ketinggalan karena Rusia sudah launching wisata halal sudah sejak lama. Tidak hanya itu, China, Jepang, Taiwan pun launching wisata halal.

Bulan agustus 2018 kemarin saya diundang pemerintah Taiwan untuk menghadiri pameran kuliner halal mereka. Tujuannya tidak lah lain melainkan menargetkan wisatawan Muslim.

Indonesia adalah target pasar potensial bagi negara-negara lain. Kenapa? karena pada tahun 2017 saja ada 10,4 juta orang Indonesia yang jalan-jalan ke luar negeri. Dan mereka itu sebagian besar adalah orang Islam.

Berikut ada artikel ilmiah tentang potensi wisata halal karya Aan Jaelani. Download disini

Leave a Reply